Saturday, 15 August 2015

Molekul Polar, Non Polar dan Hibrida

Berdasarkan jenis ikatan antar atom, molekul kimia dapat disebut sebagai kovalen polar, kovalen nonpolar, dan ionik. Namun klasifikasi tersebut dapat lebih diringkas menjadi polar dan nonpolar. Sebuah molekul disusun dari satu atau lebih ikatan kimia antara orbital molekul atom-atom yang berbeda. Molekul akan bersifat polar jika terdapat perbedaan eletronegativitas antara atom yang berikatan. Sedangkan jika elektronegativitas sama, maka molekul tersebut disebut nonpolar.

Molekul Polar

Molekul polar mempunyai dipol yang dihasilkan dari muatan parsial positif dan negatif membentuk susunan asimetris. Contoh paling sederhana adalah molekul air (H2O) karena mempunyai muatan negatif dan positif. Karena sifat polar dari molekul air itu sendiri, molekul polar umumnya dapat larut dalam air. Contoh lain adalah gula (seperti sukrosa ), yang memiliki banyak gugus polar oksigen-hidrogen (-OH).

Hidrogen fluorida (HF) merupakan molekul polar karena mempunyai ikatan kovalen polar. Pada ikatan ini, elektron akan lebih tertarik ke arah atom F yang mempunyai elektronegativitas tinggi. Molekul amonia (NH3) mempunyai tiga ikatan N-H yang bersifat polar (karena elektronegativitas N).
molekul NH3
Molekul amonia

Molekul Nonpolar

Molekul akan bersifat nonpolar jika ada pembagian elektron secara merata pada atom-atom yang berikatan. Hal ini biasanya terjadi pada molekul diatomik. Molekul nonpolar mempunyai ikatan polar dengan susunan simetris membentuk geometri molekul yang kompleks. Sebagai contoh adalah boron trifluorida (BF3) yang berbentuk trigonal planar dengan tiga ikatan polar membentuk sudut 120°. Hal ini menyebabkan tidak adanya dipol yang terbentuk.

molekul BF3
Molekul boron trifluorida

Contoh molekul nonpolar yang dijumpai sehari-hari adalah lemak, minyak, dan pelumas. Dengan demikian, bahan-bahan tersebut tidak dapat larut dalam air pada suhu ruang. Jika molekul polar dan nonpolar dengan massa molar yang hampir sama saling dibandingkan, maka molekul polar akan memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada molekul nonpolar. Hal ini disebabkan oleh adanya interaksi dipol-dipol yang memperkuat ikatan. Contoh interaksi ini adalah ikatan hidrogen.

Hibrida

Molekul yang besar yang mempunyai satu ujung gugus polar dan satu ujung gugus nonpolar pada ujung yang lainnya disebut sebagai surfaktan. Surfaktan dapat membentuk sebuah emulsi stabil antara lemak dan air, sehingga seakan-akan dapat menyatukan lemak dan air. Surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan antara air dan minyak dengan adsorpsi antarmuka cairan-cairan.


Sumber: http://www.ilmukimia.org/

0 komentar:

Post a Comment

bagus sangat membatu bagi kami
sering-seringlah enteri file yang baru
kami merasa senang dan bangga atas kebedradaan blog ini