Trimakasih telah berkunjung di ZAINALBLOG Kami selalu menunggu kunjungan Anda berikutnya! Salaaaaaaam dari Zainal Abidin, S.Pd (Guru SMAN Unggul Pidie Jaya)!!! Untuk mendapatkan informasi terbaru silahkan bergabung dengan cara klik disini: FACEBOOK ZAINAL ABIDIN atau FACEBOOK INFO PENDIDIKAN

Saturday, 28 March 2015

Hubungan Ksp dan Reaksi Pengendapan, Kelarutan, Contoh Soal, Pembahasan, Kimia

Hubungan Ksp dan Reaksi Pengendapan, Kelarutan,  Contoh Soal, Pembahasan, Kimia - AgCl merupakan garam yang sukar larut dalam air (Kw = 1,8 x 10-10). Tetapi, tidaklah berarti bahwa endapan AgCl selalu terbentuk setiap kali kita mencampurkan ion Ag+ dengan ion Cl. Ion-ion tersebut tetap berada dalam larutan sampai larutan menjadi jenuh, yaitu suatu kondisi saat basil kali konsentrasi ion Ag+ dengan konsentrasi ion Cl sama dengan Ksp AgCl.


Ksp adalah nilai maksimum dari ion-ion yang berada dalam larutan.

Jika hasil kali konsentrasi ion Ag+ dengan konsentrasi ion Cl melampaui harga Ksp AgCl, maka sebagian ion Ag+ dan Cl akan bergabung membentuk endapan AgCl. Jadi, kita dapat meramalkan terjadi atau tidak terjadinya endapan dengan membandingkan nilai perkalian ion Ag+ dan ion Cl dengan nilai Ksp sesuai ketentuan berikut.

• Jika [Ag+] [Cl] < Ksp, maka larutan belum jenuh dan tidak terbentuk endapan.
• Jika [Ag+] [Cl] = Ksp, maka larutan tepat jenuh.
• Jika [Ag+] [Cl] > Ksp, maka larutan lewat jenuh dan terjadi pengendapan.

Untuk memperkuat pemahaman kalian terhadap materi, perhatikan contoh soal berikut.

Contoh Soal 1 :

Untuk mengetahui terbentuk atau tidak terbentuknya endapan PbI2, campurkan 50 mL larutan Pb(NO3)2  0,01 M dengan 100 mL larutan NaI 0,1 M. Dari percampuran kedua senyawa tersebut, apakah terbentuk endapan PbI2? (Ksp PbI2 = 10–9).

Penyelesaian:

Diketahui : 

Volume larutan Pb(NO3)2 = 50 mL
Molaritas Pb(NO3)2 = 0,01 M
Volume NaI = 100 mL
Molaritas NaI = 0,1 M
Ksp PbI2 = 10–9

Ditanyakan: Terbentuknya endapan PbI2

Jawaban :

Mol Pb2+ mula-mula = V x M = 50 x 0,01 = 0,5 mmol
Mol I mula-mula = V x M = 100 x 0,1 = 10 mmol

Volume total dalam campuran = 150 mL

Reaksi yang terjadi yaitu :

Pb(NO3)2(aq)
Pb2+(aq)
+
2NO3-(aq)
0,5 mmol

0,5 mmol


class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;">




NaI(aq)
Na+(aq)

I(aq)
10 mmol

10 mmol



[Pb2+] setelah terjadi pencampuran = mol Pb2+ / volume total = 0,5/150 = 3,33.10–4 M

[I] setelah terjadi pencampuran = mol I / volume total = 10/150 = 6,67.10–3 M

[Pb2+] [I] setelah pencampuran = 3,33.10–4 x 6,67.10–3 = 148,15.10–10 M

Karena [Pb2+] [I] < Ksp atau 148,15.10–10 < 6 x 10–9, maka tidak terbentuk endapan PbI2.

Contoh Soal 2 :

Apakah penambahan 100 mL larutan Na2CO3 0,001 M ke dalam 100 mL larutan AgNO3 0,001 M menyebabkan terjadinya endapan? (Ksp Ag2CO3 = 6,3 . 10–12).

Penyelesaian:

Diketahui: 

Volume Na2CO3 = 100 mL
Molaritas Na2CO3 = 0,001 M
Volume AgNO3 = 100 mL
Molaritas AgNO3 = 0,001 M
Ksp Ag2CO3 = 6,3 . 10–12

Ditanyakan: Terbentuknya endapan Ag2CO3

Jawaban :

AgNO3 = 0,001 M x 100 mL = 0,1 mmol
Ag+ = 0,1 mmol
Na2CO3 = 0,001 M x 100 mL = 0,1 mmol
CO32– = 0,1 mmol

Volume campuran 200 mL, sehingga :

[Ag+] = (0,1/200) mol . L–1 = 5.10–4 M

[CO32–] = (0,1/200) mol . L–1 = 5.10–4 M

[Ag+]2 [CO32–] = (5.10–4)2 (5.10–4) = 1,25 . 10–5 M

Karena [Ag+][CO3–2] > Ksp atau 1,25 . 10–5 > 6,3 . 10–12, maka terbentuk endapan PbI2.

0 komentar:

Post a Comment

bagus sangat membatu bagi kami
sering-seringlah enteri file yang baru
kami merasa senang dan bangga atas kebedradaan blog ini