Trimakasih telah berkunjung di ZAINALBLOG Kami selalu menunggu kunjungan Anda berikutnya! Salaaaaaaam dari Zainal Abidin, S.Pd (Guru SMAN Unggul Pidie Jaya)!!! Untuk mendapatkan informasi terbaru silahkan bergabung dengan cara klik disini: FACEBOOK ZAINAL ABIDIN atau FACEBOOK INFO PENDIDIKAN

Sunday, 22 March 2015

contoh soal dan pembahasan materi STOIKIOMETRI LARUTAN kelas XI



STOIKIOMETRI LARUTAN

A.      Reaksi netralisasi (reaksi penggaraman )

Jika larutan asam di campurkan dengan larutan basa akan terjadi reaksi, yaitu: reaksi pengikatan ion H+ dari asam oleh OH- dari basa menghasilkan air (H2O), reaksi ini di sebut reaksi netralisasi.

·         Contoh:

Asam + basa --> garam + air

HCl + NaOH --> NaCl +H2O

·         Contoh soal:

1.       Tuliskan reaksi berikut:

a)      KOH + HCl

b)      Ca(OH)2 + 2HCl

c)       2Al(OH)3 + 3H2SO4

Jawabannya:

a)      KOH + HCl --> KCl +H2O

b)      Ca(OH)2 + 2HCl --> CaCl2 + 2H2O

c)       2Al(OH)3 + 3H2SO4 --> Al2(SO4)3 + 6H2O


2.       Tuliskan reaksi berikut:

a)      3Ba(OH)2 + 2H3PO4

b)      Al3+  + 3Cl-

c)       Ba2+  + 2Cl-

d)      H+  + OH-

e)      Ba2+ + S2-

Jawabannya:

a)      3Ba(OH)2 + 2H3PO4 --> Ba3(PO4)2 + 6H2O

b)      Al3+  + 3Cl- --> AlCl3

c)       Ba2+  + 2Cl- --> BaCl2

d)      H+  + OH- --> H2O

e)      Ba2+ + S2- --> BaS

3.       NaOH + H2SO4 -->

2NaOH + H2SO4 --> Na2SO4 + 2H2O

4.       HCl + Al(OH)3 -->

3HCl + Al(OH)3 --> AlCl3 + 3H2O

5.       Ba(OH)2 + HCl -->

Ba(OH)2 + 2HCl --> BaCl2 + 2H2O

·         Perbandingan koefisien reaksi = perbandingan mol

-          Contoh :

1.       3HCl + Al(OH)3 --> AlCl3 + 3H2O

- koefisien :  - HCl = 3

                        - Al(OH)3 =1

                        - AlCl3 = 1

                        - H2O = 3

- mol              : - HCl = 3

                        - Al(OH)3 =1

                        - AlCl3 = 1

                        - H2O = 3

2. 25ml H2SO4 0,2M dinetralkan oleh KOH

a) tuliskan reaksi yang terjadi

b) tentukan jumlah mol zat yang terbentuk

c) tentukan jumlah massa masing-masing zat yang di hasilkan( Mr. K2SO4 =174, Mr. H2O = 18 )

jawabannya:

a)      H2SO4 + 2KOH --> K2SO4 + 2H2O

b)      Mol: - H2SO4 =  M x Volume = 0,2 x 0,025 = 5x10-3 mol

Ket.
H2SO4            +          2KOH        -->        K2SO4             +           2H2O
M =
0,005 mol
-
-
-
R =
0,005 mol
2/1x0,005 = 0,01 mol
1/1x 0,005 = 0,005 mol
2/1x 0,005 = 0,01 mol
S =
0
0
0,005 mol
0,01 mol


-          Jumlah mol zat yang terbentuk setelah reaksi :

Mol. K2SO4 = 0,005 mol

Mol. H2O    = 0,01 mol

c)       Massa K2SO4 = mol x Mr. K2SO4 = 0,005 x 174 = 0,87 gram.

Massa H2O = mol x Mr.H2O = 0,01 x 18 = 0,18 gram.


3. sebnyak 2,7 gram logam aluminium di larutkan dalam 100 ml larutan H2SO4:

a) tuliskan reaksi yang terjadi

b) tentukan jumlah mol zat yang terbentuk

c) tentukan jumlah massa masing-masing zat yang di hasilkan( Mr. Al2(SO4)3 = 342, Mr. H2 = 2 )

jawabannya:

a)      2Al + 3H2SO4 --> Al2(SO4)3 + 3H2

b)      Mol. Al : gram/Mr.Al =2,7/27 = 0,1 mol

Ket.
2Al                  +         3H2SO4     -->          Al2(SO4)3       +        3H2
M =
0,1 mol
-
-
-
R =
0,1 mol
3/2 x 0,1mol= 0,15 mol
1/3 x 0,15mol = 0,05mol
3/1x 0,05mol = 0,15mol
S =
0
0
0,05 mol
0,15 mol

-          Jumlah mol masing-masing zat yang terbentuk setelah reaksi :

Mol. Al2(SO4)3 = 0,05 mol

Mol. H2                                = 0,15 mol

c)       – massa. Al2(SO4)3 = mol x Mr.Al2(SO4)3 = 0,05 x 342 = 17,1 gram

– massa . H2              = mol x Mr.H2               = 0,15 x 2      = 0,3 gram

·         Catatan :

-          Mol = gram/Mr

-          Mol = M x Volume

-          Mol = jumlah partikel / 6,02 x 10”23

-          Mol = Volume / 22,4   ( keadaan STP )


B.      Titrasi Asam-Basa

-          Buret

-          Titik ekivalen

-          Titik akhir titrasi

·         Tirasi Asam-Basa dilarutkan untuk menemukan molaritas asam atau basa.

·         Titik ekivalen, yaitu: saat jumlah mol asam = jumlah mol basa.

·         Titik akhir titrasi, yaitu: saat di hentikannya titrasi yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna.

·         Larutan titran ( larutan standar ) = larutan yang konsentrasinya sudah diketahui.

·         Larutan analit = larutan yang dicari konsentrasinya.

-          Contoh soal :

1.       Tentukan molaritas larutan HCl. HCl dititrasi dengan NaOH 0,1 M, dengan data sebagai berikut:

Percobaan
Volume NaOH
Volume HCl
1
10 ml
20 ml
2
11 ml
20 ml
3
9 ml
20 ml
Rata-rata
10 ml
20 ml


Jawabannya :

V1 x M1 x Valensi asam = V2 x M2 x Valensi basa

20 ml x M1 x 1   =    10 ml x 0,1 x 1

M1  = 1/20  = 0,05M


2.       2gram cuplikan Ca(OH)2 di larutkan dalam air sampai 20 ml. larutan ini dinetralkan oleh 20 ml HCl 1,2 M. tentukan persen kemurnian Ca(OH)2 tersebut?(Mr. Ca(OH)2= 74)

Jawabannya:

V1 x M1 x Valensi asam = V2 x M2 x Valensi basa

20 ml x 1,2 x 1      =     20 ml x M2 x 2

M2     =     24/40     =     0,6 M

·         Mol.Ca(OH)2   =   M x V

            =  0,6 x 0,02 L

            = 0,012 mol

·         Massa.Ca(OH)2 = mol x Mr.Ca(OH)2

               = 0,012 x 74

                 = 0,89 gram

%.Ca(OH)2 = 0,89/2 x 100%  =  44,5%

C.      Kurva titrasi Asam – basa

Selama titrasi berlangsung terjadi perubahan PH. Ada 4 macam titrasi yang biasa dilakukan :

a)      Titrasi asam kuat dan basa kuat, titik ekivalen pada PH = 7

b)      Titrasi basa kuat dan asam kuat, titik ekivalen pada PH = 7

c)       Titrasi asam lemah dan basa kuat, titik ekivalen pada PH > 7

d)      Titrasi basa lemah dan asam kuat, titik ekivalen pada PH <7

0 komentar:

Post a Comment

bagus sangat membatu bagi kami
sering-seringlah enteri file yang baru
kami merasa senang dan bangga atas kebedradaan blog ini